|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Minut |
26 Juni 2008
|
|
Kapolda
Sulut Imbau Warga Minut Jaga Stabilitas Daerah
|
Kunjungan Plt Bupati Minut Drs Sompie Singal MBA waktu lalu ke Mapolda Sulut, dibalas dengan kunjungan kerja perdana Kapolda Sulut Brigjen Pol Drs Bekto Suprapto MSi yang langsung bertatap muka dengan jajaran Muspida dan stakeholder Minahasa Utara (Minut). Dalam kunjungan yang dikemas secara informal tersebut, kapolda mengimbau agar masyarakat Minut menjaga stabilitas daerah.
Menurut Bekto, saat terjadi kenaikan Bahan Bakar Minyak, di sejumlah daerah terjadi aksi demo yang mengarah pada aksi anarkis. “Beruntung di Sulut dan Minut pada khususnya, masyarakat sudah dewasa mencermati permasalahan bangsa, sehingga tidak terjadi hal-hal yang anarkis. Masyara-kat harus taat hukum dan atu-ran yang ada, sebab jika me-langgar, kami tidak pandang bulu,” tegas Bekto didampingi Plt Bupati Minut Drs Sompie Singal MBA dan Ketua DPRD Minut Sus Pangemanan SPd.
Bahkan Kapolda Sulut meng-ingatkan soal kebiasaan buruk warga yang mengganggu kamtib-mas, seperti pesta miras dan ma-buk-mabukan. “Dimana-mana hal ini selalu mengganggu dan menjadi sumber masalah, bukan hanya di Sulut dan Minut. Tetapi satu harapan, kebiasaan ini akan terkikis seiring pemahaman masyarakat yang semakin de-wasa menyikapi berbagai dina-mika kehidupan,” ujarnya.
Suasana keakraban dan ke-keluargaan pun mengalir, saat digelar tanya jawab dengan warga. Bahkan masalah kate-gori illegal loging pun ditanya. Permasalah di Minut memang ada sejumlah penebang yang memotong pohon di tanah wari-san atau dalam bahasa Tonsea tanah pasini. Kapolda menja-wab, kayu olahan dari tanah pasini cukup dengan surat ke-terangan hukumtua. “Tapi warga juga jangan asal tebang, sediakan penggantinya. Jika ada masalah saat hasil kayu dari tanah pasini yang dikuat-kan dengan surat keterangan hukumtua ditahan aparat, la-porkan maka akan saya ‘jewer’,” tegas kapolda disambut aplaus.
Saat jamuan kasih, kapolda dihibur oleh Plt Bupati Sompie Singal MBA diiringi musik tradisional kolintang. Kapolda terlihat terkagum-kagum akan harmoni kolintang. Bahkan dengan penuh percaya diri kapolda menyanyikan tem-bang Manado berjudul ‘lantaran ngana’.(irv)
|
|