|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Politik dan Pemerintahan |
26 Juni 2008
|
|
Rektor Unsrat tak datang hearing
Penerimaan Mahasiswa Baru Baiknya Diawasi Polisi dan Jaksa
|
Agenda hearing Komisi D Bidang Kesra DPRD Propinsi Sulut dengan pihak Unsrat, Rabu (25/06) kemarin, tak jadi dilaksanakan. Pasalnya, Plt Rektor Unsrat, Prof DR Lucky Sondakh, tidak berkesempatan hadir dalam hearing tersebut.
Kendati ketidakhadiran Son-dakh sangat disesalkan, na-mun Komisi D nampaknya tak putus asa. Sebab dalam dua rekomendasi yang dike-luarkan Komisi D, salah satunya adalah merekomen-dasikan kepada Pimpinan DPRD supaya agenda hearing ulang dengan pihak Unsrat dapat diagendakan ulang. Dengan maksud agar per-soalan tingginya biaya masuk di Fakultas Kedokteran (Fa-ked) Unsrat, bisa dijelaskan secara langsung oleh pihak Unsrat dalam agenda hearing ulang nanti.
Sementara menurut Wakil Ketua Komisi D, Ruben A Sae-rang, rekomendasi lainnya yang dikeluarkan Komisi D adalah merekomendasikan kepada pimpinan DPRD agar penerimaan mahasiswa baru di Unsrat, khususnya lagi pada beberapa fakultas seperti Faked, bisa mendapat pengawasan langsung dari aparat berwajib, dalam hal ini pihak kepolisian dan jaksa.
Ditambahkan Saerang, pi-haknya sangat berharap agar Unsrat dan jajarannya bisa hadir dalam agenda hearing nanti, apabila pimpinan DPRD menyetujui rekomendasi dari Komisi D yang menginginkan hearing ulang dengan pihak Unsrat. Supaya bisa diketahui dengan jelas alasan pihak Un-srat khususnya Faked, sehingga menarik biaya masuk sampai puluhan juta rupiah.(dav)
|
|