CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Otonomi dan Suksesi
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

Berita Politik dan Pemerintahan

26 Juni 2008

Rektor Unsrat tak datang hearing
Penerimaan Mahasiswa Baru Baiknya Diawasi Polisi dan Jaksa

 

IKUTI BERITA LAIN

Hadiri Safari Pendidikan T2-JaDi
Ribuan Warga Ratatotok Tumpah Ruah
42 Anggota DPRD Belum Lunasi Dana BBM
Kualitas Kader PD Sulut Ditingkatkan
Subowo: Daerah Jangan Remehkan LPPD
Mamuaja: Program BKOW Harus Sentuh Masyarakat

Agenda hearing Komisi D Bidang Kesra DPRD Propinsi Sulut dengan pihak Unsrat, Rabu (25/06) kemarin, tak jadi dilaksanakan. Pasalnya, Plt Rektor Unsrat, Prof DR Lucky Sondakh, tidak berkesempatan hadir dalam hearing tersebut. 

Kendati ketidakhadiran Son-dakh sangat disesalkan, na-mun Komisi D nampaknya tak putus asa. Sebab dalam dua rekomendasi yang dike-luarkan Komisi D, salah satunya adalah merekomen-dasikan kepada Pimpinan DPRD supaya agenda hearing ulang dengan pihak Unsrat dapat diagendakan ulang. Dengan maksud agar per-soalan tingginya biaya masuk di Fakultas Kedokteran (Fa-ked) Unsrat, bisa dijelaskan secara langsung oleh pihak Unsrat dalam agenda hearing ulang nanti.
Sementara menurut Wakil Ketua Komisi D, Ruben A Sae-rang, rekomendasi lainnya yang dikeluarkan Komisi D adalah merekomendasikan kepada pimpinan DPRD agar penerimaan mahasiswa baru di Unsrat, khususnya lagi pada beberapa fakultas seperti Faked, bisa mendapat pengawasan langsung dari aparat berwajib, dalam hal ini pihak kepolisian dan jaksa. 
Ditambahkan Saerang, pi-haknya sangat berharap agar Unsrat dan jajarannya bisa hadir dalam agenda hearing nanti, apabila pimpinan DPRD menyetujui rekomendasi dari Komisi D yang menginginkan hearing ulang dengan pihak Unsrat. Supaya bisa diketahui dengan jelas alasan pihak Un-srat khususnya Faked, sehingga menarik biaya masuk sampai puluhan juta rupiah.(dav)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin