CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

 
Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

  

Berita Opini Redaksi dan Pembaca 

05 Maret 2008

Hentikan Bentrokan TNI-Polri(1)
Oleh: Bartain Simatupang

 IKUTI BERITA LAIN

Batasan Kewenangan Antara Polantas dan PPNS DLLAJ(2)
Oleh: Bayu SH

SURAT PEMBACA

Pemilihan Ulang Rektor Unsrat

 COMMENTAREN

Tawuran Hapus Citra Kerukunan di Sulut

 
Kita kembali dikejutkan dengan berita bentrokan TNI dan Polri di Masohi, Maluku Tengah tanggal 2 Februari 2008. Bentrokan dipicu motif pribadi (soal asmara) antar anggota. Akibatnya dua anggota Polres Malteng dan seorang anggota Yonif 731/Karabessy tewas. Bentrokan kali ini bisa dikatakan berskala besar dan sangat destruktif dan sungguh memalukan.
Bentrokan antara TNI dan Polri kerap muncul dua tahun terakhir. Fenomena ini sung-guh ironis, karena tugas po-kok kedua lembaga ini adalah menjaga keamanan dan ke-tertiban masyarakat. Untuk itu, tiada kata selain desakan agar para pimpinan kedua lembaga ini segera berupaya menghentikan konflik se-macam ini.
Pertanyaannya adalah ba-gaimana sebaiknya kita me-nyikapi fenomena bentrok TNI dan Polri ini agar tidak kem-bali terjadi. Menarik setelah kasus Tugumolyo, Atambua, Ternate sampai Masohi ber-ulang terjadi, lalu serta merta kita disuguhkan dengan pen-jelasan formal yang meng-gantung.
Disebutkan, penyebab ber-bagai kasus bentrokan mem-punyai kemiripan. Terjadi karena dipicu hal-hal sepele sebagai akibat ‘kesalahpa-haman’ anggota. Jika hanya sekadar persoalan sepele antaranggota, mengapa harus terjadi berulang kali?
Kenapa tidak bisa dicegah atau diredam agar tidak me-luas pada kekerasan meng-gunakan senjata?
Pertanyaan ini bukanlah di-maksudkan untuk memper-panas situasi. Tetapi penulis tidak habis pikir atas kejadian serupa yang terus berulang. 
Untuk itu, uraian berikut beritikad untuk mencoba menggugah kembali nurani kita. Apa sebenarnya yang menjadi akar permasalahan dari kejadian tragis seperti ini? 
Apakah memang sekadar ‘kesalahpahaman’ anggota di lapangan, atau ada hal lain yang lebih mendasar?
Jika penjelasan dimaksud-kan hanya untuk menenang-kan masyarakat, tentu bisa di-maklumi oleh semua pihak. Namun demikian menurut hemat penulis, sudah saatnya kita mencari solusi yang men-dasar dan benar-benar tuntas. Selanjutnya kejadian serupa yang lebih tragis tidak ter-ulang kembali. 
Dalam hal ini seyogyanya pi-hak berkompeten memberi klarifikasi lanjutan yang lebih jernih kepada masyarakat. Selanjutnya pihak TNI dan Polri bekerja sama untuk me-lakukan pengkajian terhadap berbagai kasus yang pernah terjadi. Dengan demikian semua orang semakin percaya bahwa pimpinan TNI dan Polri sudah dan terus berupaya dengan serius untuk meng-atasi friksi di antara mereka. Sepengetahuan penulis telah banyak saran pemikiran yang dilontarkan para sesepuh TNI/Polri dan pengamat ter-hadap berbagai kejadian se-rupa sebelumnya.
Ketika itu semua pihak mengharap agar tidak ter-ulang kembali konflik seperti ini. Ternyata bentrokan TNI dan Polri masih saja timbul kembali, di luar dugaan se-mua pihak. Sebenarnya ben-trokan kecil-kecilan di antara kedua aparat TNI dan Polri sudah acap terjadi. Hanya saja pengendalian pimpinan satuan operasional kadang kala kendor kembali. Ekses kekerasan di lapangan akhir-nya membawa korban nyawa yang sia-sia. Tragis memang!
Kalau kita telusuri ke bela-kang, konflik seperti ini bu-kanlah semata-mata persoal-an sepele di tingkat lapangan. Dengan kata lain, bukan se-kadar motif pribadi atau ‘kesa-lahpahaman’ akibat ketidak-jelasan kewenangan dalam pe-laksanaan tugas operasional. Jika argumen seperti ini disu-guhkan kepada masyarakat, itu berarti hanya sebagai for-malitas belaka. Padahal apabi-la setiap aparat di kedua belah pihak diasumsikan sudah be-nar-benar paham akan tugas-nya, kita kuatir kasus bentrok-an seperti di atas tidak ada ja-minan untuk tidak terjadi lagi. Oleh karena itu, semestinya pimpinan di kedua lembaga berupaya untuk memahami akar permasalahan yang se-benarnya.
Akar Masalah
Setidak-tidaknya yang ter-amati sebagai pemicu awalnya adalah mulai dari hal-hal se-pele sampai kepada yang prin-sip.(bersambung)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin