CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

  

Berita Kota Tomohon dan Sekitarnya

25 Maret 2008

Soal naiknya harga bahan pokok
Eman: Disperindag Jangan Tutup Mata!

 

 IKUTI BERITA LAIN

Pawai Paskah, Arus Lalin Tomohon Lumpuh

Pemuda GMIM Nyatakan Dukung TFF 2008

Perda Retribusi PBC Bakal Direvisi

Belum adanya tindaklanjut dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tomohon dalam melakukan operasi pasar terkait naiknya sejumlah bahan pokok di pasar tradisional, membuat berang pihak Legislator Tomohon.

“Disperindag jangan tutup mata dengan naiknya harga sejumlah bahan pokok kebu-tuhan masyarakat. Buktinya harga sejumlah bahan pokok terus mengalami kenaikan,” tandas Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Tomohon, Jim-my Eman SE dengan nada tinggi, Senin kemarin, sembari mengaku hingga saat ini pi-haknya tak pernah dikoor-dinasikan oleh Disperindag terkait masalah ini.
Menurut Eman, jika dalam satu dua hari ini tak ada action dari Disperindag Kota Tomohon, maka Komisi C terpaksa akan memanggil hearing. “Kami akan panggil hearing Dispe-rindag jika tak ada tindaklanjut di lapangan,” ujar Eman.
Sekadar diketahui, harga cabe di Pasar Tradisional ‘Ber-iman’ Kota Tomohon terus me-rangkak naik, dimana rata-ra-ta pedagang menjual cabe se-harga Rp 15 ribu per liter atau Rp 40 ribu per kilogram. Pada-hal, pada pekan lalu harga cabe masih berada di kisaran Rp 11 ribu per liter.
“Nae trus komang tu harga rica (cabe, red). Masa pada minggu lalu harga cabe masih Rp 11 ribu per liter kong ska-rang so jadi Rp 15 ribu per liter,” keluh Ibu Nonce Wura-ngian dan Jenny Tumelap, warga Tomohon Selatan, saat ditemui wartawan beberapa hari lalu.
Keduanya menduga kenai-kan harga cabe dipicu karena adanya permainan di tingkat pedagang. “Kemungkinan kenaikan harga rica karena ada permainan dari pedagang mengingat hari Minggu ini akan dilaksanakan penguca-pan syukur di Kota Tomohon,” sembur Wurangian dan Tumelap.
Sebelumnya, tutur Wura-ngian, cabe dijual rata-rata Rp 7.000 per liter. Kemudian me-rangkak naik jadi Rp 9.000 per liter, Rp 11 ribu, dan Rp 15 ribu per liter. 
“Ini bukti pemerintah tak mampu mengatasi lonjakan harga rica,” tandasnya.(jok)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin