HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Berita Pendidikan dan Budaya

22 Oktober 2008

Lintas Berita Pendidikan


PKL Politeknik Manado 
Manado, KOMENTAR
Direktur Politeknik Negeri Manado, Ir Jemmy Rangan MT Senin (20/10) melepas 50 ma-hasiswa yang mengikuti Prak-tik Kerja Lapangan (PKL). “Di-harapkan peserta dapat meng-aplikasikan materi yang dida-pat sela-ma kuliah dalam pe-laksanaan PKL ini,” kata Ra-ngan ke-pada Ko-mentar Selasa ke-marin.
Ditambahkan Pembantu Di-rektur IV, Ir Ever Slat Senin lalu pihaknya menggelar pelatihan Program Peningkatan dan Pe-merataan Mutu Pendidikan di Daerah Tertinggal. “Pesertanya adalah dari guru-guru dari ber-bagai daerah yaitu Minut, Min-sel, Bolmong, Sangihe dan Ta-laud. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari,” tukas Slat.(nan) 


SMPN 8 Manado Studi Tour Sejarah
Manado-Dalam rangka menunjang program pemerintah daerah yaitu WOC dan Manado Kota Kota Pariwisata Dunia (MKPD) 2010, 586 siswa SMPN 8 Manado yang didampingi walikelas melak-sanakan studi tur sejarah ke sejumlah lokasi bersejarah di Sulut.
Menurut Kepsek Drs David J Matheos didampingi Koordinator studi tur sejarah Dolvie Singal SPd, Selasa (21/10), kegiatan yang digelar Sabtu (18/10) lalu ini dilaksanakan dalam rangka mendekat-kan siswa pada fakta historis sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), dan Contextual Teaching Learning (CTL).
Singal yang saat ini melanjutkan studi di Pascasarjana Unima, menjelaskan, lokasi yang dikunjungi yaitu makam Maria Walanda Maramis Maumbi, Waruga dan air Tumatenden di Airmadidi, Waru-ga di Sawangan, Makam Kiay Modjo dan Achmad Rivai di Tondano, Makam Sam Ratulangi di Tondano, di Kawangkoan yaitu gua Je-pang 9 kamar di Talikuran, gua Jepang 50 kamar di Sendangan, dan terakhir di makam Tuanku Imam Bonjol di Lota Pineleng.
“Studi tur ini merupakan kegiatan untuk membuka mata para wisatawan yang mana di Sulut banyak terdapat daerah-daerah wisata. Walaupun ada lokasi yang belum terawat,” katanya sem-bari mengharapkan pada pemerintah sekiranya memperhatikan lokasi wisata bersejarah yang terlihat tidak terawat atau tidak diperhatikan sama sekali.
Lokasi bersejarah yang tidak terawat katanya, peninggalan gua-gua Jepang dan waruga. “Pemerintah sekiranya lebih memper-hatikan tempat-tempat wisata tersebut, bahkan sebaiknya peme-rintah menyiapkan dana untuk perawatan dan perbaikan lokasi wisata yang tidak terawat tersebut,” katanya.(lex)

400 Siswa SMKN 2 Manado Ikuti Prakerin
MANADO- Kepala SMKN 2 Manado, Dra Deysie Lumowa Selasa (21/10) kemarin menyatakan pihaknya telah melepas 400 siswanya untuk mengikuti Praktek Kerja Industri (Prakerin) di wilayah Sulut. “Dalam prakerin ini siswa dilatih di berbagai industri sesuai dengan jurusannya,” ungkapnya. 
Ditambahkannya, SMKN 2 Manado diundang sebagai peserta kegi-atan peduli lingkungan PT Toyota Jakarta. “Saat ini sudah ada 100 siswa yang mendaftar dan akan dipilih enam peserta. Dalam waktu dekat tim dari Toyota Jakarta akan memberikan training,” pungkas Lumowa didampingi Wakasek Kesiswaan, Robin Koloay.(nan)


STAKN Siapkan SDM Teologi S2 
Manado-Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) Manado dalam fungsinya sebagai lembaga penghasil sumber daya manusia (SDM) untuk kebutuhan gerejawi dan dunia pendidikan berusaha mengopti-malkan fungsinya. 
Karenanya menurut Relly Poluan STh, Kepala Bagian Administrasi, Akademik, Kemahasiswaan dan Umum, sejak masih STA Kristo telah dibuka kuliah untuk jenjang pendidikan S2 dan telah dikonversi bersa-maan S1 setelah menjadi STAKN. 
“Ketersediaan tenaga magister untuk bidang teologi saat ini di Sulut dirasa masih sangat kurang. Karenanya STAKN turut menja-wab tantangan yang ada dengan melanjutkan program ini,” kata-nya, Senin (20/10).
Selain itu, tambahnya, dunia pendidikan juga membutuhkan tenaga magister teologi dan tenaga manajemen untuk gerejawi yang berijazah negara. “STAKN saat ini memiliki tiga jurusan un-tuk program S2 ini yakni teologi pastoral, pendidikan agama Kris-ten dan manajemen gerejawi,” ungkapnya.
Syarat bagi calon mahasiswa untuk melanjutkan ke S2 tambah-nya, harus berasal dari S1 yang linear, artinya, S1-nya harus dari bidang teologi. “Saat ini ada 30 mahasiswa sedang menem-puh pendidikan di S2 dan dalam seminggu ada tiga kali pertemuan pada sore hari,” singkatnya.(dds)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin