|
|
Alamat:
Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38,
Manado
Telp: (0431) 879799
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431)
879790 (Marketing)
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
03 September 2008
|
|
5.500 Ton Tonasa Masuk,
Kelangkaan Semen di Sulut Segera Teratasi
|
Manado, KOMENTAR
Kelangkaan semen yang ber-langsung dalam beberapa pe-kan terakhir ini, dapat segera teratasi. Ini menyusul masuk-nya pasokan oleh PT Tonasa sebesar 5.500 ton semen, se-jak Senin (01/09) lalu. Demi-kian penjelasan Asisten II Bidang Pembangunan dan Per-ekonomian Setdaprop Sulut, Dra Marieta Kuntag kepada wartawan, Selasa (02/09).
Seperti diketahui, terjadinya kelangkaan semen tersebut, kata Kuntag, lebih disebabkan kerusakan mesin di pabrik PT Tonasa, yakni unit empat, yang selama ini mampu melakukan produksi dengan kapasitas 1,5 juta per tahun. Dan untuk melakukan perbaikan, dibu-tuhkan waktu yang cukup la-ma. “Setelah dilakukan perbai-kan, PT Tonasa telah mendistri-busikan semen sebanyak 5.500 ton yang diangkut dengan kapal Kaisar. Adanya pasokan terse-but, saya yakin akan segera me-ngatasi kelangkaan yang ter-jadi,” jelasnya. Penggunaan se-men Tonasa tersebut, kata Kun-tag, sangat mendominasi di dae-rah ini, dengan persentase sebe-sar 70 persen. Sementara Tiga Roda, Bosowa dan produk lain-nya mencapai 30 persen. De-ngan demikian, ketika pabrik PT Tonasa mengalami kerusakan mesin, maka imbasnya sangat terasa. “Ketergantungan Sulut pada produksi semen Tonasa itu mencapai 70 persen. Sangat besar jika dibandingkan de-ngan semen lainnya. Makanya ketika terjadi masalah dengan PT Tonasa, secara langsung diikuti dengan kelangkaan. Apalagi animo membangun masyarakat di daerah kita ini sedang mengalami peningkat-an,” lanjutnya.
Efektifnya, distribusi semen PT Tonasa sudah mulai dilakukan Selasa (02/09) kemarin. Diper-kirakan keadaan akan berlang-sung normal, mulai Rabu (03/09) hari ini.
“Saya memastikan bahwa distribusi semen akan berlang-sung lancar. Dengan demikian kebutuhan warga akan bahan bangunan tersebut akan segera teratasi. Demikian juga dengan masalah harga yang sempat melambung akan berangsur stabil,” kuncinya.(eda)
|
|