|
|
Alamat:
Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38,
Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431)
879790 (Marketing)
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Selatan |
03 September 2008
|
|
Ancam demo besar-besaran
Pemuda GMIM Minsel Tolak Pengoperasian PT WIKA
|
Amurang, KOMENTAR
Dalam pelatihan kepemim-pinan pemuda gereja di je-maat Syalom Pakuure Pemu-da GMIM Minahasa Selatan, berhasil mengeluarkan se-jumlah poin rekomendasi ter-kait pembangunan di daerah tersebut. Salah satunya soal penolakan pengoperasian PT Wijaya Karya (WIKA) yang saat ini beroperasi di Moinit.
Ditegaskan Arianto Lolowang SP, Arter Kumendong SE, Cristo Walangitan, Kerly Tegor dan Samuel Wowor, pengoperasian PT WIKA di Minsel akan berdampak besar pada lingkungan hidup, mengganggu kelestarian pantai dan berdampak pada datangnya polusi udara. “Pengoperasian PT WIKA akan sangat merugikan ma-syarakat Minsel,” terang Pnt Arian-to Lolowang SP, Ketua Pemuda Wilayah Tareran dua yang juga ketua sarjana penggerak pemba-gunan pedesaan angkatan 17 Pemprop Sulut.
Dikatakannya lagi, kehadiran PT WIKA di daerah ini mendatang-kan ancaman terhadap areal perta-nian di Minsel khususnya tana-man kelapa. “Dipastikan dalam kurun waktu 3 sampai 5 tahun ke depan lahan perkebunan kelapa di Mi-nahasa Selatan dipastikan tidak bisa berproduksi lagi. Hal ini dika-renakan letak PT WIKA yang bera-da di ketinggian sangat berpotensi merusak lahan pertanian di Minsel yang cukup besar,” kata Lolowang dan kawan-kawan.
Selain itu, lanjut mereka, an-caman polusi udara ikut meng-ancam daerah Tenga sampai Ta-reran. Sehingga ini bisa diskena-riokan sebagai pembunuhan professional bagi petani Minsel, timpal Arianto Lolowang. Mere-ka pun meminta Pemkab Minsel dan DPRD agar bisa membe-kukkan ijin pengoperasian PT WIKA yang tidak mendatangkan keuntungan bagi masyarakat Minsel. “Sebagai pemimpin yang pro rakyat, bupati harus menin-daklanjuti ancaman ini,” ujar-nya. Bahkan dalam beberapa rekomendasi dalam kegiatan pelatihan tersebut, pemuda GMIM mengancam untuk menggalang masa melakukan demo besar-besaran jika pemkab dan DPRD tidak mengindahkan permohon-an generasi muda ini untuk me-nolak kehadiran PT WIKA.
“Kami akan melakukan demo besar-besar untuk mencermati berbagai permasalahan yang akan terjadi akibat adanya pengope-rasian PT WIKA di Minsel,” terang mereka.(bly)
|
|