|
|
Alamat:
Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38,
Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431)
879790 (Marketing)
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Bolmong,
Kotamobagu, Bolmut |
09 September 2008
|
|
Pengangkutan kayu tetap marak
Bolsel Terancam Tenggelam Lagi
|
Bolmong, KOMENTAR
Derita ribuan warga di Bolmong Selatan (Bolsel) khu-susnya di tiga kecamatan di Pinolosian, setelah diporak-porandakan banjir dan longsor selang Juli hingga Agustus baru-baru ini, tampaknya akan selalu terulang.
Pasalnya, fungsi hutan di wi-layah ini yang sudah parah bu-kannya diperbaiki, malah terus dirusak. Ini terbukti dengan masih maraknya aksi pengang-kutan kayu dari puluhan saw-mill di Pinolosian, menuju ke-luar daerah, seperti Tomohon.
Usaha pengangkutan kayu mereka rupanya kebal lantaran bertameng pada izin yang dike-luarkan Dinas Kehutanan dan Perkebunan. Kepada wartawan kemarin, Ketua Dekab Bol-mong, Sunardi Sumantha di-dampingi Wakil Hi Herson Mayulu SIP dan Ketua Komisi II Yani Tuuk, mengecam ulah pengusaha kayu yang objeknya di Pinolosian.
“Atas alasan apa pun, walau pun telah mengantongi izin, tapi penebangan kayu di Pino-losian kemudian pengangkut-annya ke daerah lain, harus di-hentikan. Kami meminta para pengangkut kayu agar meng-hentikan aktivitasnya. Begitu pun Dinas Kehutanan dan Per-kebunan, harus segera menca-but izin penebangan kayu di Pi-nolosian, juga izin pengangkut-an yang telah diberikan kepada pengusaha luar daerah. Kalau tidak, Bolsel terancam tengge-lam lagi,” ungkap Om Ding di-aminkan Mayulu dan Tuuk.
“Semua sudah tahu pengusa-ha dari Tomohon yang selalu mengangkut kayu dari Pinolo-sian adalah Pak Jefry Moto. Untuk itu, sebagai wakil dewan dan juga sebagai putra Pino-losian, meminta agar menghen-tikan pengangkutan kayu Pino-losian. Jangan rusak hutan kami. Rakyat Poinolosian tidak ingin selamanya merasa was-was dengan bencana alam, lantaran hutan telah dirusak untuk kepentingan pengusa-ha,” ucap Mayulu.
Kabar ini tentu saja sangat mengejutkan. Soalnya, semua tahu bahwa penyebab utama banjir dan longsor di Bolsel baru-baru ini adalah peram-bahan hutan di pegunungan Pinolosian yang semakin tak terkendali, baik yang berizin mau pun tidak berizin. Infor-masi yang dirangkum, peram-bahan itu terjadi, lantaran datangnya pengusaha peng-angkut kayu dari luar daerah yang menjanjikan akan mem-beli kayu hasil rambahan warga dengah harga lumayan.
Sayang, saat banjir meluluh-lantakkan daratan tiga Kecamat-an Pinolosian baru-baru ini, bah-kan sempat merenggut nyawa seorang anggota tim penanggu-langan bencana dari Pemprop Sulut, tak pernah terdengar ada-nya bantuan dari para pengu-saha kayu tersebut, demi untuk meringankan beban warga.(tus)
|
|