HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Berita Bolaang Mongondow

12 Maret 2010

Jadi daerah definitif, Boltim masih terisolir
Listrik Rajin Padam, Seluler Ikutan Blank


Tutuyan, KOMENTAR
Padamnya listrik tanpa adanya pemberitahuan oleh pihak PLN serta jaringan seluler yang masih blank sejak Rabu (10/3) malam lalu, membuat seluruh wilayah Boltim semakin terisolir. Ironinya lagi, keadaan sepertinya sudah biasa dan kerap dialami oleh warga sejak lama.
Sebelumnya, pemadaman lis-trik sempat terjadi setiap harinya selama satu pekan terakhir. Tanpa adanya keterangan dari pihak PLN, listrik padam hingga berjam-jam lamanya dan meng-ganggu aktivitas warga. Namun, tepat pada Rabu sore lalu sekitar pukul 15.30 WITA, listrik padam kembali dan diikuti dua provider seluler jaringan ternama status-nya blank alias di luar jangkauan setelah lima jam kemudian.
Padamnya listrik dan putusnya komunikasi dua jaringan seluler masih berlangsung hingga Kamis (11/03) sore kemarin. Bahkan, hingga berita ini dibuat listrik masih padam dan jaringan
seluler tidak ada signal.
Bagi warga yang mampu, karena sudah terbiasa, mereka sejak lama sudah menyediakan alat pembantu pembangkit listrik atau generator dengan menggunakan bahan bakar bensin. Hampir setiap rumah warga seolah mewajibkan diri memiliki generator. Sedangkan tower yang dibangun pihak perusahaan seluler juga mempunyai ketergantungan terhadap PLN. Listrik padam, signal blank.“Di sini pak, setiap hari salalu mati lampu. Rasanya aneh kalu satu hari itu nda mati lampu. Nyanda sore atau malam, pokoknya kalu PLN suka mo kase mati yah…sudah mati noh. Jadi torang terpaksa bli generator supaya ada penerangan,” ujar Ma Anis, warga Desa Kotabunan Kecamatan Kotabunan.
Selain itu, terisolirnya daerah hasil pemekaran Bolmong ini semakin diperparah dengan rusaknya sarana jalan nasional di lingkar selatan di Kabupaten Boltim. Jalan bergelombang, berlu-bang dan berbatu serta debu berterbangan sangat mengganggu pengendara bermotor.“Kalu so bagini, berarti so lengkap noh torang pe penderitaan. Nda ada listrik, jaringan signal blank kong jalan rusak. Tapi torang heran sampe skarang nda ada perubahan yang dirasakan oleh masyarakat. Yang dap dengar hanya pemekaran so berhasil, mar sarana deng infrastruktur tetap nyanda ada perubahan,” keluh Adi, warga Tutuyan.(fai)
 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin