|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Bolaang Mongondow
|
05 Juli 2008
|
|
Panwas Bersihkan Atribut Kampanye Pekan Depan
|
Setelah bermandi sorotan lantaran dinilai tak mampu menjalankan tugas sebagai polisi pilwako, kini Panwas Pilwako Kotamobagu siap action. Menyusul akan segera dilantiknya Panwas Kecamatan (Panwascam), yang nantinya berada di front terdepan untuk menurunkan semua jenis atribut kampanye yang telah terlanjur menjamur.
Pembersihan sendiri jadwalnya akan dilakukan pasca Selasa atau Rabu pekan depan, setelah 12 personel panwascam, masing-masing tiga orang di setiap kecamatan, dilantik. Namunsebelum mengambil tindakan tegas, Panwas KK sebenarnya sudah mengirim surat pemberitahuan kepada masing-masing tim suskes.
“Jadi kalau sampai tanggal 7 Juli pekan depan, tidak digubris, kami pasti akan menurunkannya. Atribut kampanye mulai dari baliho, spanduk dan bendera, kemudian akan disita oleh panwas,” tegas Junius Dilapanga, yang dipercayakan sebagai Humas Panwas Kotamobagu.
Sementara itu, pantauan langsung harian ini, tensi politik di tengah masyarakat Kotamobagu semakin memanas selang beberapa hari terakhir. Itu lantaran timbulnya persaingan untuk antara sesama warga untuk memasang bendera parpol dan kandidat di depan rumah masing-masing. Hebohnya, tak hanya kuantitas bendera yang dipertandingkan, tetapi ada sebagian warga juga saling bersaing soal besarnya bendera yang dikibarkan.
“Kondisi seperti ini cukup rawan untuk menyulut konflik. Sehingga harus segera diatasi,” ungkap sejumlah warga.
Di sisi lain, menyikapi rencana panwas tersebut, legislator KK Drs Syamsuri Manoppo mengingatkan ada beberapa atribut kampanye itu, seperti jenis baliho dan spanduk yang dipasang lewat izin baik dari kepolisian maupun Pemkot KK. “Sehingga saya menyarankan agar Panwas memprioriaskan dulu penurunan atribut kampanye tak berizin. Sedangkan atribut yang membayar retribusi, sebaiknya jangan dulu diturunkan sebelum ada hasil pembicaraan dengan instansi yang mengeluarkan izin,” saran dia lagi.(tus)
|
|