|
|
Alamat:
Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38,
Manado
Telp: (0431) 879799
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431)
879790 (Marketing)
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Bolaang Mongondow
|
07 September 2010
|
Makin dekatnya hari raya Idul Fitri
Stand By 24 Jam
Kotamobagu, KOMENTAR
Sebagai perangkat pemerintah daerah yang bertugas
menjaga ketentraman dan ketertiban umum serta
me-negakkan perda (peraturan dae-rah), Satuan Polisi
Pamong Praja (Satpol PP) dituntut harus tampil
prima. Terlebih sema-kin dekatnya hari raya Idul
Fitri, di samping kehadiran aparat Polres Bolmong,
satuan ini juga dituntut untuk ikut memberikan rasa
nyaman dan tentram bagi masyarakat menyam-but hari
raya tersebut.
Di Pemkot Kotamobagu, satuan yang kini dipimpin
Herman Josep Aray SIP, ternyata sudah
menganti-sipasinya. Antara lain, menggelar operasi
peng-amanan ke sejumlah kawasan yang dianggap rawan
dan berpotensi konflik. Tak terke-cuali merazia
sejumlah pengi-napan yang diperkirakan men-jadi
tempat maksiat oleh sege-lintir oknum, terutama di
bulan suci bagi umat muslim ini.
“Kita tentu mengharapkan suasana kamtimbas di
Kota-mobagu tetap dalam situasi kondusif, dalam
rangka me-nyambut hari raya Idul Fitri. Karena itu,
satuan kami harus stand by 24 jam untuk mem-back up
sepenuhnya pihak Polres Bolmong,” kata Herman Aray
kepada Komentar, Senin (06/09) kemarin.
Kesigapan yang ditunjukkan Satpol PP Pemkot
Kotamobagu terlihat pula kemarin, tatkala tersiar
informasi bahwa para CPNS (Calon Pegawai Negeri
Sipil) angkatan 2009 akan kembali berunjukrasa.
Pasu-kan yang kini dilengkapi de-ngan tameng mirip
milik kepo-lisian, sejak pagi hari sudah disiagakan
di bagian depan kantor walikota.
“Ini hanya untuk berjaga-jaga saja jangan sampai
unjuk rasa itu mengarah ke tindakan anarkhis. Namun
demikian, jika unjuk rasa itu terjadi, kami tetap
akan berupaya melakukan komunikasi per-suasif supaya
dapat memini-malisir dampak negatif,” tukas mantan
Lurah Tumobui Keca-matan Kotamobagu Timur serta
Kepala Bidang Pariwisata Dishubparbudkominfo (Dinas
Perhubungan Pariwisata Ke-budayaan Komunikasi dan
Informasi) Kota Kotamobagu ini.(cop)
Buntut adanya upaya menyuap panitia CPNS
Pengaduan ke Menpan
Dinilai karena Sakit Hati
Kotamobagu, KOMENTAR
Terkuaknya upaya penyuapan terhadap panitia seleksi
CPNS angkatan 2009 oleh Wakil Walikota Kotamobagu,
Ir Tatong Bara sebagaimana diakui oleh Plt Sekkot
Drs Hi Muhammad Mokoginta selaku ketua panitia,
masih menjadi buah bibir hangat di berbagai kalangan
masyarakat. Reaksi miring juga masih terus
ber-munculan.
Setelah ada yang meminta pihak Polda Sulut untuk
turun tangan mengusut kasus dugaan percobaan
penyuapan itu, elemen masyarakat lain malah
mengaitkannya dengan surat berisi pengaduan yang
dikirim Tatong Bara ke Kementerian Pendayagu-naan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
(Men-pan-RB). Di mana, pe-ngaduan itu ditempuh bukan
atas dasar pe-ngawasan sebagai se-orang wakil
walikota, melainkan lebih disebabkan oleh rasa sakit
hati.
“Kami menilai, tindakan Tatong Bara melapor ke
Menpan mengatasnamakan Pemkot Kotamobagu itu, bukan
kare-na menjalankan tugas penga-wasan sebagai
Wawali. Me-lainkan lebih didorong oleh rasa sakit
hati, karena per-mintaannya menggolkan 67 orangnya
menjadi CPNS de-ngan cara mencoba membe-rikan uang
pelicin sebesar 150 juta rupiah itu, ditolak
mentah-mentah oleh Sekkot selaku ketua panitia
seleksi,” kata Ketua LSM Suara Rakyat Merdeka,
Sofian Bede lewat pesan singkatnya kepada harian
ini, Senin (06/09) kemarin.
“Pengakuan Pak Sekkot itu juga mengindikasikan bahwa
Tatong ingin bermain curang dalam penerimaan CPNS.
Ibarat udang dan kepiting yang apabila dibakar
sama-sama merah,” sindir aktivis muda ini.
Karena itu, pihaknya me-nantang Polda Sulut untuk
pula segera melakukan pemerik-saan terhadap Tatong
Bara. Sebab, lanjut dia, percobaan penyuapan itu
juga merupa-kan tindakan pelanggaran hukum yang
tentu harus diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Polda jangan pilih kasih dalam menangani persoalan
seleksi CPNS Kotamobagu angkatan 2009,” pungkasnya.
Tatong Bara sendiri pernah dimintai klarifikasi soal
masa-lah dugaan upaya penyuapan terhadap panitia
seleksi CPNS. Hanya saja, ia waktu itu me-nyatakan
tidak bersedia me-nanggapi. Alasannya, dugaan upaya
penyuapan yang kali pertama dilansir sebuah ta-bloid
terbitan Jakarta berda-sarkan pe-ngakuannya
sendi-ri, sudah lama diberitakan. “Saya malas
menanggapi-nya,” katanya waktu itu.(cop)
SMA Gigit Jari, SMK/STM Berkompetisi
Bolaang Uki, KOMENTAR
Perekrutan CPNS Bolsel yang kedua ini, Pemkab Bolsel
sete-lah berkoordinasi dengan BKN tak dapat
mengakomodir bagi kelulusan SMU. Untuk tahun ini,
dengan perolehan sekitar 332 formasi CPNS yang
disetujui oleh BKN, sejumlah formasi akan
mengakomodir bagi juru-san SMK atau STM.
Hal tersebut disampaikan Plt Sekda Bolsel Drs Hi
Gunawan Lombu SPd kepada wartawan belum lama ini di
ruang kerja-nya. Melihat jumlah permintaan untuk
jurusan SMU pada pere-krutan CPNS tahun lalu, sangat
besar ketimbang dari jurusan SMK atau sekolah
kejuruan lainnya. Sementara permintaan tenaga kerja
di pemerintah dalam memenuhi jabatan yang ada,
sangat membutuhkan tena-ga yang memiliki latar
belakang pendidikan di bidang kesehatan dan
pendidikan.
“Kami sudah berupaya mem-perjuangkan tenaga kerja di
pemerintah untuk jurusan SMU. Tapi yang kemungkinan
besar yakni hanya jurusan SMK. Seperti jurusan
Akun-tansi, Informatika, dan juru-san mesin untuk
STM,” kata Lombu.
Mantan Kepala Diknas Bol-mong ini menambahkan, hasil
persetujuan dari Menpan mengenai jumlah formasi yang
diterima untuk Bolmong Selatan yakni mencapai 332
formasi yang terdiri dari tenaga guru 139 orang,
tena-ga medis 103 dan teknis 90.
Untuk tenaga teknis dari 90 orang yang ada, akan
disisip-kan untuk jurusan SMK dan STM. “Belum tahun
jumlah yang akan diterima berapa. Tapi yang pasti
hanya untuk jurusan SMK dan STM. Tapi kita harus
bersyukur karena pengangkatan tahun ini jum-lah
formasi untuk Bolsel adalah terbanyak di Sulut,”
ucap Papa Ewi sapaan akrab-nya.
Sementara itu, Kepala BKDD Ridwan Ali SPd
menga-takan, saat ini pihaknya masih menunggu
petunjuk dan teknis dari BKN untuk perekrutan tahun
ini.
“Insya Allah Oktober menda-tang juknis sudah
diterima. Sehingga diprediksikan pada November
mendatang pengu-muman perekrutan CPNS 2010 telah
dibuka untuk umum,” kata Ali.(fai)
Usulan 35 Unit Mobnas Berjalan Mulus
Bolaang Uki, KOMENTAR
Pemkab Bolsel akhirnya tetap mengajukan usulan
pengadaan sedikitnya 35 unit mobil dinas bagi
seluruh pejabat di lingkup Pemkab Bolsel pada
perubahan ang-garan tahun 2010 ini.
Rencana pemerintah akan menambah mobil dinas bagi
pejabat Pemakb Bolsel dibe-narkan oleh Drs Denny
Ma-ngala MSi kepada wartawan usai pembahasan dan
konsul-tasi perubahan APBD 2010 di kantor gubernur
Sulut, pekan lalu. Karena selama pemerin-tahan ini
berjalan, pejabat hanya menggunaan mobil sewa yang
dibayar perbulan senilai enam sampai dengan tujuh
juta rupiah perunitnya. Penggunaan mobil sewa itu
untuk keperluan dan mem-perlancar kinerja pemerintah
dalam menjalankan tugasnya.
“Itu merupakan salah satu temuan dari BPK terakit
peng-gunaan pengelolaan keuang-an pada tahun 2009
lalu. Se-wa kendaraan itu tak dibo-lehkan kecuali
dalam kondisi tertentu. Sehingga pemerin-tah wajib
mengadakan mobil dinas pemerintah yang nanti-nya
akan menjadi asset dae-rah,” kata Mangala.
Ia menambahkan, penga-daan mobil dinas itu akan
di-peruntukkan kepada kepala dinas, badan, kantor
dan ba-gian dilingkup Pemkab Bolsel. Dana yang
tersedia setelah perubahan anggaran ini untuk
pengadaan mobil dinas sekitar Rp 6 miliar.
Sebelumnya, personil anggota Fraksi Perjuangan
Rakyat Na-sional Abdi Gobel SE membe-rikan saran
kepada pemerintah untuk mengurangi jumlah unit
mobnas untuk anggaran tahun ini, mengingat tak
sedikit ke-butuhan-kebutuhan masyara-kat yang
menjadi skala prioritas harus dipenuhi.
“Kalau tahun ini bijaknya dianggarkan setengah dulu,
karena mobil dinas itu bukan kebutuhan prioritas
oleh pe-merintah. Sementara sisa dana dengan
pengurangan jumlah unit mobnas itu, akan diguna-kan
untuk kebutuhan yang menyentuh langsung kepada
masyarakat seperti pengadaan air bersih atau
peningkatan sarana pendidikan di desa terpencil.
Menurut hemat kami itulah yang harus dipenuhi.
Mobnas bisa saja di-pending sampai tahun depan,”
saran Gobel kepada wartawan usai pembahasan APBD
peru-bahan belum lama ini.(fai)
PT Geothermal Didesak
Akomodir Tenaga Lokal
Modayag, KOMENTAR
Prinsipnya, masyarakat sa-ngat mendukung atas
kehadiran investor di daerahnya. Namun, kehadiran
perusahaan PT Per-tamina Geothrmal di Desa
Pur-worejo, Kecamatan Modayag akan tak ada faedahnya
bila mana perusahaan besar itu tak mengakomodir
sumber daya lokal.
Diungkapkan aktivis pemuda Bolmong Lucky Chandra
Maka-lalag ST kepada wartawan, Minggu kemarin, bahwa
com-
munity development yang harus di lakukan oleh pihak
perusahaan diantaranya yak-ni memberikan peluang
se-luas-luasnya terhadap ma-syarakat lokal untuk
diang-kat sebagai tenaga kerja. Dengan demikian,
dampak yang akan ditimbulkan yakni tingkat
perekonomian masya-rakat akan meningkat dan
pengangguran akan berku-rang.
“Tak sedikit putra daerah yang memiliki sumber daya
yang dapat diandalkan oleh perusahaan. Kalau pihak
perusahaan tetap mengimpor tenaga kerja dari luar
akan berdampak gejolaknya sosial masyarakat,” ungkap
mantan aktivis mahasiswa Makassar ini.
Sementara itu, Plt Kabag Humas Boltim Mohammad Rizki
Lamaluta SE mengata-kan, bahwa pemerintah akan
berupaya melakukan koordi-nasi dengan pihak
perusah-aan terkiat pemanfaatan sumber daya lokal.
Ini juga merupakan bagian dari agen-da pemeruintah
dalam men-ciptakan lapangan pekerjaan dan
pengentasan pengang-guran khususnya di Bolmong
Timur.
“Pemerintah berharap peru-sahaan dapat
mengedepan-kan kepentingan masyarakat lokal dengan
cara memberi-kan ruang untuk mendapat-kan pekerjaan.
Pembagian pemenuhan tenaga kerja ha-ruslah
proporsional antara tenaga dari luar daerah dan
lokal. Sehingga tak menim-bulkan rentang sosial
nanti. Karena keberadaan perusa-haan ini tak hanya
sampai 10 atau 20 tahun melainkan selama-lamanya,”
kata La-maluta.
Sebelumnya, sejumlah ma-syarakat Boltim mendesak
kepada pemerintah terlebih pihak managemen
perusa-haan untuk mengakomodir tenaga lokal pada
perekrutan tenaga kerja. Karena ini me-rupakan buah
atas kesepa-kan dalam perjanjian antara pemerintah,
masyarkat dan pihak perusahaan pada saat sosialisasi
sebelum perusa-haan ini beroperasi.(fai)
Proses Hukum tak Jelas, Kasus CPNS Boltim Mengendap
SUNGGUH memiriskan paradigma penegakan hukum di
Bolmong. Kasus CPNS Boltim akhir tahun 2009 yang
ditangani oleh Polres Bolmong dan Kejaksaan Negeri
Kotamobagu yang sudah lebih dari sembilan bulan ini
berjalan, belum ada ujung pangkal penyelesaiannya.
Tak sedikit masyarakat mem-pertanyakan bahkan
bingung terhadap kinerja aparat pene-gak hukum yang
tengah mena-ngani kasus dugaan penyuap-an dan jual
beli kursi formasi pada perekrutan CPNS Boltim tahun
lalu. SEbagian besar mereka mempertanyakan sam-pai
kapan oknum yang me-manfaatkan perekrutan CPNS
Boltim itu berhasil diungkap oleh penegak hukum di
Bolmong.
“Bayangkan, sudah Sembilan bulan kasus itu mengendap
di Polres Bolmong tapi sampai dengan saat ini tak
ada keje-lasannya lagi. Masyarakat sampai dengan
detik ini tidak tahu sampai dimana dan apa-kah kasus
dugaan penyuapan itu putusan akhirnya SP3,” ungkap
Nunung Mokoginta, tokoh masyarakat Boltim.
Kepala BKDD Boltim Zulfaki Gaib ketika dikonfrimasi
belum mengetahui bagaimana proses hukum yagn tengah
berjalan itu. Dengan alasan saat ini adalah bukan
dirinya sebagai pimpinan di BKDD, ia menya-rankan
tanyakan langsung ke Polres Bolmong.
“Oh, yang itu saya tidak tahu. Tanyakan saja ke Pak
Kapolres proses hukumnya sampai dimana. Saya kan
belum disini (BKD) waktu itu,” elak Gaib.
Sebelumnya, penanganan kasus ini sempat ditangani
oleh Mapolres Bolmong dan kemu-dian berkasnya
dinyatakan lengkap atau P21 untuk dise-rahkan ke
Kejaksaan Negeri Kotamobagu. Tapi, oleh Kejak-saan
lalu mengembalikan ke-pada Polres Bolmong karena
dinilai masih ada yang belum lengkapi untuk
dilimpahkan ke meja hijau. Namun, belaka-ngan
permainan pola bola pimpong, yang menyerahkan dan
kemudian mengembalikan berkas kasus CPNS itu seakan
menjadi bola panas, karena sampai dengan berita ini
ditu-runkan, tak ada pihak lembaga hukum satupun di
Bolmong yang berani membawa kasus itu ke pengadilan.
Kepala Inspektorat Boltim Meyki Mamahit saat itu
menga-takan, ia juga telah mene-mukan sejumlah
kejanggalan pada tahapan perekutan CPNS Boltim.
Kejanggalan itu terlihat ketika pengumuman hasil
ujian CPNS yang diumumkan dua kali itu ternyata
berbeda dengan pengumuman yang pertama.
Selain itu, ia juga mendapat-kan bukti-bukti adanya
permain-an dan unsur dugaan penyuap-an yang
melibatkan sejumlah pejabat terkait perekrutan CPNS
di Boltim. “Saya sudah diperiksa di Polres Bolmong.
Sekarang tinggal menunggu hasil kepu-tusan hukumnya
seperti apa,” kata Mamahit.(fai)
|
|