|
|
Alamat:
Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38,
Manado
Telp: (0431) 879799
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431)
879790 (Marketing)
|
|
![]() |
![]() |
|
Headline News
|
23 July 2012
|
|
Lapor Calo CPNS ke
Kotak Pos 5000 |
Jakarta, KOMENTAR
Rekrutmen CPNS 2012 segera dimulai September
mendatang. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara
dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan Rebiro)
kembali menegaskan, tidak ada system percaloan dan
titipan dalam penerimaan CPNS. Masyarakat pun
diminta melapor jika ditemukan adanya calo yang
beroperasi menipu calon pencari kerja.
“Tidak ada pungutan kepa-da peserta seleksi CPNS.
Kami minta peserta tidak mempercayai penipu atau
calo yang meyakinkan warga mampu memasukkan
sese-orang sebagai PNS. Peng-aduan bisa disampaikan
ke Kemenpan dan RB melalui Kotak Pos 5000 untuk
dipro-ses melalui jalur hukum,” ungkap Sekretaris
Menpan dan RB Tasdik Kinanto di Jakarta, Minggu
(22/07).
Sementara secara terpisah, terkait rencana
pemerintah merekrut CPNS kali ini, Forum Indonesia
untuk Trans-paransi Anggaran (Fitra) menilai
pemerintah tidak konsisten dengan moratorium seleksi
CPNS. “Surat ke-putusan bersama (SKB) men-teri
tentang moratorium PNS baru berakhir pada 3 De-sember
2012. Jika pemerin-tah membuka lowongan baru, mereka
melanggar SKB moratorium PNS karena tidak
mengimplementasikannya,” kata Koordinator Advokasi
Fitra Uchok Sky Kha-dafi di Jakarta, Minggu (22/07).
Menurut dia, jika pemerin-tah serius hendak
moratorium penerimaan CPNS, Kementerian Keuangan se-bagai
bendahara negara seharusnya membatalkan semua
program dan alokasi anggaran kementerian atau
lembaga yang mempunyai program penerimaan PNS pada
2012. “Kenyataannya, Kemenkeu justru ikut-ikut-an
membuka saringan ma-suk CPNS tahun 2012 serta ikut
menganggarkan Rp15,6 miliar. Padahal menterinya ikut
menandatangani SKB tersebut,” ungkapnya.
Ia menduga, pelaksanaan seleksi CPNS tahun 2012 ini
untuk melanggengkan prak-tik mafia penerimaan CPNS.
“Setiap CPNS yang bisa lolos dan diterima masuk
sebagai PNS harus bayar uang pelicin dulu. Ini
sangat merugikan masyarakat,” ujarnya. Pada 17 Juli,
dalam keterangan tertulis Sekjen Kemenkeu Kiagus
Ahmad Badaruddin disebutkan, Kemenkeu pada tahun
anggaran 2012 membuka lowongan untuk 700 CPNS
golongan II dan III untuk tingkat SMK, Diploma III,
dan Sarjana (S-1).(mdc/sbr)
|
|