HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

15 Mei 2008

Tuding mantan mentri dan pejabat terlibat
BIN: Demo BBM Ditunggangi!


Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN), Syamsir Siregar menuding demo penolakan rencana kenaikan BBM yang marak belakangan ini telah ditunggangi. “Ada mantan menteri, ada pejabat,” kata Syamsir menjawab pihak-pihak yang terlibat menunggangi aksi demo di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (14/05) kemarin.

Namun Syamsir tak menje-laskan siapa mantan menteri dan pejabat yang dimaksud. Mantan anggota tim sukses SBY untuk Pilpres 2004 lalu itu hanya menegaskan me-mang ada yang menunggangi. 
Demo BBM ditunggangi ini turut diaminkan Sekretaris Fraksi Demokrat DPR Sutan Bhatoegana. “Pak Syamsir ti-dak mungkin berbicara kalau tidak ada data dan fakta. Ma-hasiswa yang kemarin demo juga ada yang tidak segan mengatakan mereka ada yang dukung,” kata Sutan. 
Menurut dia, yang menung-gangi demo BBM tersebut adalah orang yang sering menghantam pemerintah. “Mantan orang penting. Dia tokoh,” ucap Sutan tanpa ber-sedia menyebutkan nama orang yang dimaksud.
Menurut dia, siapa yang me-nunggangi aksi itu tidak penting dipublikasikan. Yang terpenting adalah orang yang bersangkutan tidak melaku-kan provokasi. ”Jangan hanya ucapan saja, tapi beri solusi. Kritik tanpa solusi itu sama dengan apriori,” sambung Su-tan. Ditambahkan dia, de-monstrasi apa pun adalah ke-giatan yang wajar. Namun ke-tika mendiskreditkan dengan membakar foto, maka hal itu patut disayangkan. ”Lebih baik dialog saja, buka fakta. Kalau tidak suka mari berdia-log, berdebat, jangan mem-provokasi,” tandas Sutan. 
Sementara itu, tudingan KaBIN Syamsir Siregar dibalas Wakil Ketua Komisi I DPR Yus-ron Ihza Mahendra agar tidak memberikan pernyataan yang meresahkan. “Dengan kenaik-an harga BBM semacam begini, ini kan semua orang resah. Dalam suasana resah, yang ha-rus dilakukan pemeritah ter-masuk Kepala BIN, bagaimana membuat rakyat tenang. Ja-ngan malah membuat pernya-taan yang meresahkan seperti ini,” kata Mahendra. Pernyata-an KaBIN ini, menurut Yusron, bisa membuat suasana menja-di runyam. 
“Yang diperlukan bagaimana pemerintah menenangkan rak-yat. Ditenangkan saja, belum tentu tenang kok. Bukannya malah membuat pernyataan yang meresahkan. Jangan sampai dikatakan aksi ini di-tunggangi. Di antara pejabat ja-ngan saling tuding, karena bisa menambah makin runyamnya suasana,” ujar dia. 
Disinggung apakah demo penolakan kenaikan harga BBM ini bisa mengancam ke-amanan nasional, menurut Yusron, hal ini sangat tergan-tung dari reaksi pemerintah. “Kalau ada demo, kemudian jangan langsung diberangus, jangan dituding ditunggangi,” kata dia. Seharusnya, kalau memang akan menaikkan harga BBM, pemerintah harus bisa menjelaskannya secara gamblang kepada masyarakat.
Yang menarik, Gus Dur meni-lai, pendapat BIN memang di-bayar untuk membela Presiden SBY. “Pendapat BIN ini bela pe-merintah. Mereka kan dibayar pemerintah, mereka membela presiden. Makanya mereka nggak akan peka terhadap tun-tutan rakyat,” kata Ketua De-wan Syuro DPP PKB ini di kan-tor DPP PKB Jalan Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Rabu (14/05) kemarin.
Sedangkan anggota Komisi I DPR dari F-PKB Effendy Choi-rie menambahkan, Syamsir pantas menyatakan hal itu ka-rena selama ini dikenal sebagai tim sukses SBY. “Kalau Pak As’ad (mantan Wakil KaBIN) mungkin tidak akan menyata-kan seperti itu, tapi kalau yang ini politis,” jelas Gus Choi.
Sebenarnya, menurut dia, bila dilihat dari perspektif yang akurat dan realistis, yang me-nunggangi aksi demonstrasi adalah hati nurani masyara-kat. “Saya ketemu Agung Lak-sono (Ketua DPR), dia cerita tentang bebannya terhadap rencana kenaikan BBM. Dia minta izin pada saya menga-takan itu, kan termasuk me-nolak kenaikan BBM,” ung-kapnya.
“Begitu kok ditunggangi, mahasiswa, fraksi menolak kenaikan harga BBM, karena ini terasa berat. Rakyat saat ini kan belum lepas dan ma-sih merasakan dampak ke-naikan BBM sebelumnya, kok sekarang mau dinaikkan lagi,” ujar Gus Choi.
Apakah perlu diinterpelasi? Effendy menjawab, sebenar-nya kalau mau baik-baik tidak perlu interpelasi. “Yang penting presiden bilang, saya mau ngomong di DPR, tolong dijadwal, ketimbang rapat konsultasi dengan pimpinan fraksi yang efeknya kecil. Dia harus bicara di depan semua anggota, tapi apa berani?” tandasnya.(zal/dtc )

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin