HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

14 Mei 2008

Beras Mahal, Rakyat Disuruh Makan Kentang


Pengaruh naiknya harga mi-nyak dunia, berimbas pada har-ga beras yang menjadi maka-nan pokok orang di Asia. Har-ga beras yang kini bergejolak, mulai menyulitkan rakyat. Tak heran jika di sejumlah ne-gara Asia, para pemerin-tahnya mulai meminta agar rakyatnya makan kentang sebagai pengganti beras. 
Salah satu negara yang se-dang mengkampanyekan ken-tang adalah Bangladesh. 
“Pikirkan kentang, tanam kentang dan makanlah ken-tang,” demikian bunyi salah sa-tu slogan dalam festival ken-tang yang berlangsung tiga hari di Dhaka.
Sejak harga beras melesat, sepertiga dari total penduduk Bangladesh yang berjumlah 140 juta jiwa, terpaksa menia-dakan sarapan bahkan juga makan malam. Ini dikarenakan mereka tidak mampu membeli beras dengan harga mahal. Demikian seperti dilansir news.com.au, Selasa (13/05).
Konsumsi kentang di Bang-ladesh memang telah mening-kat dari rata-rata 7 kilogram per kapita. Pemerintah India telah menyatakan akan meli-patgandakan produksi kentang dalam lima hingga 10 tahun ke depan. Cina selaku negara kon-sumer beras saat ini telah menjadi negara penanam kentang terbesar di dunia. 
Menurut para pakar, kentang bisa dipakai untuk mengatasi krisis pangan global yang disebabkan melonjaknya harga-harga bahan pangan. Selain harganya yang lebih murah dari beras, kentang juga lebih bergizi. Bahkan oleh PBB, kentang disebut sebagai “ke-kayaan tersembunyi.” Oleh badan dunia itu, tahun 2008 ini dinyatakan sebagai Tahun Kentang Internasional.
Kentang merupakan sumber karbohidrat yang kompleks. Kentang juga memiliki kan-dungan protein kalsium dan kaya akan vitamin, zat besi, po-tassium dan zinc.
“Beras dan kentang mengan-dung kalori yang kuantitasnya hampir sama. Namun kentang kaya akan vitamin C dan zat-zat bergizi lainnya. Jadi secara nutrisi, kentang bisa menjadi pengganti beras yang sangat bagus,” kata SK Roy, pakar nutrisi di Dhaka, Bangladesh.
BERAS BBM 
Pada bagian lain, terkait ren-cana kenaikan harga BBM, pe-merintah tidak hanya menyiap-kan kompensasi lewat bantuan langsung tunai (Rp100 ribu per keluarga), namun juga me-nyiapkan bantuan beras BBM bagi kalangan PNS dan TNI/Polri. Syaratnya, hanya bagi mereka yang golongan I dan II atau berpangkat rendah (Tam-tama). Atau mereka yang bergaji di bawah Rp 2 juta per bulan. 
Kalangan buruh juga akan kebagian kompensasi beras untuk masyarakat miskin ini, guna meringankan beban mereka menghadapi naiknya harga BBM. Plot jatah yang diatur, bahwa setiap keluarga akan mendapat beras 15 kg per bulan. Dana untuk program ini diambil dari penghematan anggaran kenaikan BBM yang berkisar Rp 4,3 triliun. “Sekitar Rp 4,3 triliun untuk tambahan beras, di luar program yang sudah berjalan,” ungkap Menkokesra, Aburizal ‘Ical’ Bakrie di Jakarta.(nca/zal*) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin