HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

04 September 2010

Sealand, Negara Terkecil di Dunia


Negara manakah yang pa-ling kecil di dunia? Selama ini orang pasti akan menjawab Va-tikan. Itu dulu. Saat ini, Vatikan bukan lagi sebuah negara yang terkecil di dunia. Masih ada sebuah negara yang lebih kecil dari Vatikan. Negara itu adalah Sealand.
Kepangeranan Sealand atau Principality Sealand atau Selan-dia dalam bahasa Indonesia, saat ini merupakan negara ter-kecil di dunia. Percaya atau ti-dak, negeri ini tidak berdiri di atas daratan seperti negara umumnya. Sealand berdiri di atas sebuah tower yang ditahan
oleh dua beton baja di tengah laut seluas 550 meter persegi. Negara ini terletak 11 kilometer di lepas pantai Harwich, sebelah timur Inggris. Negara ini hanya dapat dicapai oleh helikopter atau kapal.
Sejarah Sealand dimulai keti-ka Perang Dunia II. Inggris yang khawatitr terhadap kekuatan Jerman membangun sejumlah pangkalan militer. Benteng ini dilengkapi dengan banyak pasukan Inggris dan dilengkapi artileri yang dirancang untuk menembak jatuh pesawat dan rudal balistik Jerman. Pangka-lan militer ini ditempatkan di sepanjang pantai timur Inggris yang terletak di pinggiran wilayah perairan Inggris.
Salah satu pangkalan militer itu, yang terdiri dari konstruksi beton dan besi, adalah Roughs Tower, benteng kerajaan Inggris yang terkenal. Lokasinya di sebelah utara muara Sungai Thames. Seperti halnya pang-kalan laut lainnya, Roughs Tower menggunakan jangkar yang dilabuhkan ke dasar laut.
Semula basis laut ini akan ditempatkan di dalam wilayah kedaulatan Inggris. Namun kemudian rencana itu berubah. Pangkalan ini ditempatkan di satu titik sekitar 7 mil laut dari pantai timur Inggris, yang artinya lebih dari dua kali jarak 3 mil laut wilayah perairan Inggris. Dengan kata lain, benteng ini berlokasi di perairan internasional Laut Utara.
Setelah perang usai, Roughs Tower beserta pangkalan lain-nya mulai ditinggalkan. Namun seorang purnawirawan Mayor Inggris bernama Paddy Roy Bates, menduduki pulau bua-tan Roughs Tower dan tinggal di sana bersama keluarganya pada 2 September 1967.
Setelah pembicaraan intensif dengan para pengacara ulung Inggris, Roy Bates memprokla-mirkan pulau itu sebagai negara miliknya. Pria itu menobatkan dirinya dengan gelar pangeran dan istrinya digelari putri. Roy pun resmi mendirikan Kerajaan Sealand. Roy Bates kemudian dikenal sebagai Roy of Sealand. Ia memberlakukan otoritas negara di pulau itu.
Sejak itu keluarga kerajaan dan orang-orang lainnya yang telah menyatakan kesetiaannya pada kepangeranan Sealand mendiami pulau itu. Pada akhir 1968, Angkatan Laut Inggris menyadari jika salah satu pangkalannya diambil alih oleh seorang purnawirawan mayor. Maka agar tidak terjadi keribu-tan, beberapa unit AL Inggris be-rangkat ke wilayah yang di klaim Roy Bates sebagai negara miliknya.
Roy yang merasa terancam terhadap kedaulatan negaranya segera melakukan tindakan pertahanan. Karena ia adalah mantan anggota tentara Inggris serta negara yang didudukinya merupakan bekas pangkalan militer, tak heran Roy mempu-nyai senjata sebagai alat perta-hanan negaranya. Maka ia pun menembaki kapal Inggris ter-sebut agar menjauh.
Namun karena Roy masih me-miliki kewarganegaraan Inggris, ia ditangkap dan kemudian dimasukkan ke pengadilan atas tuduhan kejahatan berat. Na-mun justru dari sinilah sumber keberhasilan spektaluler atas klaim kedaulatan Sealand.
Dalam putusannya pada 25 November 1968, Pengadilan Chelmsfort/Essex menyatakan pihaknya tidak berkompeten menangani kasus Roy karena tidak memiliki yurisdiksi di luar wilayah nasional Inggris. Ini me-rupakan pengakuan de facto per-tama atas kepangeranan Sealand.
Hukum Inggris telah memu-tuskan Sealand bukan bagian dari kerajaan Inggris, serta belum ada negara lain yang mengklaimnya. Karena itulah, deklarasi Pangeran Roy atas kepangeranan Sealand dinya-takan sah. Namun meskipun demikian, menurut sejumlah dokumen rahasia yang baru terungkap, Inggris masih terus memburu Sealand, kalau perlu dengan jalan kekerasan. Namun rencana itu batal karena Inggris tidak ingin membuat keributan dan kehebohan publik.
Untuk menyempurnakan ke-lengkapan negaranya, Roy Bates mulai menyusun konsti-tusi yang disahkan pada 25 September 1975. Selain itu ia juga membuat lambang, ben-dera, lagu kebangsaan, pe-rangko, serta mata uang Sea-land yaitu Dolar Sealand yang setara dengan nilai Dolas AS. Bahkan akhirnya ada paspor kepangeranan Sealand dan paspor diplomatik Sealand yang berbasis aturan paspor interna-sional. Sebagai sebuah negara, Sealand pun pernah meng-hadapi saat-saat genting. Pada Agustus 1978, sejumlah warga Belanda datang ke Sealand atas suruhan seorang pengusaha Jerman. Mereka datang untuk membicarakan urusan bisnis dengan Sealand. Namun saat Pangeran Roy sedang berada di Inggris, pria-pria asing ini menculik putra Roy, Michael Bates dan merebut Sealand dengan cara kekerasan. Tak lama kemudian, Roy merebut kembali pulau itu dengan ban-tuan sekelompok anak buah-nya. Para penyerang itu kemu-dian ditahan Roy sebagai tawa-nan perang. Selama penahanan itu, pemerintah Belanda dan Jerman mengajukan petisi untuk kebebasan mereka. Awal-nya mereka meminta pemerin-tah Inggris untuk menginter-vensi masalah tersebut. Namun pemerintah Inggris menolaknya dengan alasan adanya putusan pengadilan sebelumnya bahwa Inggris tidak berhak atas wila-yah Sealand. Akhirnya, sebagai bentuk pengakuan de facto atas kedaulatan Sealand, pemerin-tah Jerman mengirimkan se-orang diplomat langsung ke Sealand untuk bernegosiasi mengenai pembebasan war-ganya. Roy akhirnya membe-baskan tawanannya. Roy ber-syukur karena insiden itu tidak menimbulkan korban jiwa.
Pada tahun 1987, negara-negara yang memiliki perairan laut boleh menambah luas wilayah lautnya sejauh 12 mil dari bibir pantai. Roy pun kemudian memperluas wilayah Sealand sesuai aturan tersebut. Namun setelah 30 tahun lebih, kesehatan sang kepala negara, Pangeran Roy terus memburuk seiring bertambahnya usianya.
Sealand yang tidak memiliki satupun rumah sakit membuat Pangeran Roy harus terbang ke Inggris untuk dirawat. Ia meng-gunakan paspor Inggris karena negaranya belum diakui secara resmi atau de jure oleh negara ma-napun. Kekuasaan Roy sebagai kepala negara kemudian dise-rahkan kepada anaknya, Mi-chael Bates. Michael Bates ke-mudian resmi menjadi Pange-ran Michael of Sealand yang me-miliki kekuasaan sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.
James, anak dari Michael kemudian dinobatkan menjadi Pangeran James. Belakangan Michael berencana menjual Sealand kepada orang lain, tidak termasuk aset negara. Pangeran Michael akan menjanjikan pajak yang ringan dan pemandangan yang sangat indah dari Sealand. Sejumlah pengusaha real estate yang tertarik terhadap Sealand menginginkan sebuah otonomi nantinya bagi mereka.(sum)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin