|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Kota Manado dan Sekitarnya
|
05 Juli 2008
|
|
Penderita AIDS
Terbanyak di Kalangan Sopir
|
Sampai April 2008, penderita HIV dan AIDS di Manado men-capai 141 orang dengan distri-busi penderita paling banyak dari kalangan sopir, yakni 25 per-sen, selanjutnya kalangan swasta 19 persen. Menariknya dari ka-langan Pegawai Negeri Sipil (PNS) sudah ada, yaitu 1 persen.
Hal ini dikatakan Kasie Sur-veilance Penyakit Dinas Kese-hatan (Dinkes) Manado, Nora Sondakh, Jumat (04/07) kemarin.
Namun untuk data penyebab HIV dan AIDS dari Dinkes ber-beda dengan penyampaian Wakil Walikota Manado, Abdi Buchari SE, di mana 140 kasus
HIV dan AIDS di Manado pa-ling banyak disebabkan oleh jarum suntik. Sementara dari Dinkes mengatakan faktor re-siko HIV dan AIDS paling tinggi akibat perilaku hetero-sexsual yaitu 50 persen.
Selanjutnya karena penggu-naan jarum suntik sebanyak 32,23 persen. Sondakh men-jelaskan, untuk presentase HIV sejumlah 45 persen de-ngan 66 penderita. Sedang-kan AIDS 51 persen dengan 75 penderita, sementara yang tidak diketahui sebanyak 6,4 persen.
Sebelumnya Buchari menje-laskan, yang bisa komisi laku-kan selama ini hanya dalam bentuk konseling dan pem-binaan serta sosialisai beker-jasama dengan Lembaga Swa-daya Masyarakat (LSM) yang peduli AIDS, terutama di tempat-tempat yang beresiko tinggi menularkan penyakit mematikan ini.
Buchari menambahkan, untuk dana penanggulangan AIDS sendiri gabungan dari komisi penanggulangan AIDS Nasional-KPAN dan global fund (organisasi internasio-nal) dengan Pemerintah Kota Manado.
Sebelumnya Anggota Dewan Komisi D Bidang Kesra, dr Frans Walangitan mengung-kapkan, jumlah penderita AIDS di Manado terus bertam-bah dari waktu ke waktu.(aan)
|
|