|
|
Alamat:
Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38,
Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431)
879790 (Marketing)
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Bolmong,
Kotamobagu |
10 Maret 2010
|
|
Terkait NIP CPNS,
HMI Bolmong ancam bakal ikut duduki pemkot
Djelantik Diminta Mundur
|
Kotamobagu, KOMENTAR
Kekecewaan yang dialami lebih dari 300 Calon Pegawai
Negeri Sipil (CPNS) Kota Kotamobagu, lantaran masa
depan mereka menjadi kabur seiring tak kunjung
terbitnya NIP (Nomor Induk Pegawai), ternyata ikut
dirasakan oleh pengu-rus dan anggota HMI (Himpunan
Mahasiswa Indonesia) Ca-bang Bolmong. Tak heran,
pengurus organisasi mahasiswa ini langsung bereaksi
keras menyikapi persoalan ini.
Menurut Ketua HMI Cabang Bolmong, Mishart Manoppo,
belum terbitnya NIP CPNS ini bukan hanya disebabkan
oleh kegagalan Drs Hi Djelantik Mokodompit selaku
Walikota Kotamobagu melakukan lobi kepada Menpan-RB,
EE Ma-ngindaan. Melainkan juga lantaran Mokodompit
gagal menjalankan tugas sebagai seorang walikota.
“Masak hanya urusan NIP CPNS saja tapi tidak mampu
melobi menteri. Sebaiknya (Djelantik Mokodompit)
mundur saja dari posisi Walikota Kotamo-bagu, kalau
tidak becus me-nuntaskan masalah CPNS,” katanya
kepada Komentar, Selasa (09/03) kemarin.
Sebagaimana diketahui, lobi yang dilakukan Djelantik
Mo-kodompit ke Menpan-RB, EE Mangindaan, gagal
total. In-formasi yang diperoleh me-nyebutkan bahwa
kegagalan yang dialami Djelantik lebih disebabkan
oleh ketidak-mampuannya melakukan lobi dan
pendekatan. Termasuk ia tak mampu meyakinkan
pe-merintah pusat lewat Men-pan, mengenai proses
rekrut-men yang dilaksanakan hingga sempat diwarnai
ke-kisruhan.
Hal itu kontan memicu ke-kecewaan luar biasa di
ka-langan para CPNS yang jum-lahnya lebih dari 300
orang. Lantaran kecewa dan sakit hati atas kegagalan
menjadi PNS secara permanen, sejum-lah CPNS pun
mengancam bakal melakukan aksi pendu-dukan di Kantor
Pemkot Kota-mobagu. Hal ini dilakukan guna mendesak
Walikota Mokodompit dan jajarannya berusaha lebih
keras lagi, supaya NIP buat mereka dapat
diterbitkan.
“Saya dan beberapa teman sesama CPNS sudah saling
kontak. Kami dapat informasi bahwa NIP kami sulit
untuk diterbitkan gara-gara para pejabat di pemkot
yang saling menyalahkan satu sama lain. Karena itu,
kami akan men-datangi kantor walikota ber-sama
orangtua, suami, dan istri. Bahkan kalau perlu
de-ngan sanak saudara yang lain. Maksud kami adalah
mendesak pemkot untuk ber-usaha keras bagaimana
cara-nya, supaya NIP kami harus terbit,” ancam
beberapa CPNS yang menghubungi harian ini per
telepon, Senin (08/03) siang lalu.
Mereka menegaskan, aksi pendudukan kantor walikota
itu baru akan berakhir setelah harapan mendapatkan
NIP di-kabulkan. “Pokoknya, selama torang pe NIP
deng SK penem-patan blum terbit, torang nda mo
kaluar-kaluar dari kantor walikota. Kalu cuma urusan
makan-minum, biar nanti torang pe sudara-sudara
laeng yang datang antar,” tutur para CPNS yang
meminta untuk merahasiakan identitasnya.
HMI BAKAL IKUT
Bak gayung bersambut. Wa-cana pendudukan kantor
Pemkot Kotamobagu oleh para CPNS itu, ternyata
di-support oleh kalangan HMI Bolmong. Menurut
Mishart Manoppo, dirinya akan me-ngerahkan
teman-teman ang-gota dan pengurus HMI Bol-mong untuk
melakukan aksi unjuk rasa ke Pemkot Kota-mobagu.
“Bahkan kami siap ikut bersama-sama para CPNS jika
mereka hendak menduduki kantor pemkot,” tandasnya.
Hanya saja, Acim –sapaan akrabnya– meminta
kerja-sama dari seluruh CPNS yang merasa kecewa
dengan Pem-kot Kotamobagu sebelum me-lancarkan aksi
protes. Hal ini tentu harus dilakukan supaya ada
tindak lanjut dari pemkot. “Kepada seluruh CPNS mari
kita lakukan aksi untuk hasil yang hingga sekarang
belum juga terjawab,” ajak lelaki muda ini.(cop)
|
|