|
|
Alamat:
Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38,
Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431)
879790 (Marketing)
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa
|
16 May 2012
|
|
Pemkab: Masih
di bawah ambang batas
Bakteri E Coli Cemari Danau Tondano
|
Tondano, KOMENTAR
Air di Danau Tondano dinilai tidak layak untuk
dikon-sumsi rumah tangga. Pasalnya, penelitian Badan
Ling-kungan Hidup (BLH) Propinsi Sulut dan PLH Pusat
me-nyebut, danau kebanggan warga Nyiur Melambai ini
po-sitif tercemar bakteri E Coli.
Sebagaimana dilansir salah satu media nasional,
jumlah bakteri E Coli di Danau Ton-dano sudah
melebihi ambang batas normal. Pada beberapa titik
pemeriksaan didapati jumlah bakteri E Coli men-capai
2.600 bakteri per 100 mililiter air. Sementara,
standar baku mutu untuk bakteri ini adalah 1.000
bak-teri per 100 mililiter air.
Hanya saja kondisi ini lang-sung dibantah Kepala
Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Minahasa,
Alva Montong. Menurut Montong, bakteri E Coli memang
ada, tapi belum di atas ambang batas atau belum
berbahaya bagi manusia maupun he-wan di Danau
Tondano. “Saya tidak mengetahui ada-nya pemcemaran
bakteri E Coli tersebut. Bahkan kami belum pernah
menerima laporan hasil penelitian yang dilakukan
oleh BLH Propinsi maupun pusat,” kata, Alva Montong,
Selasa (15/05) kemarin.
Kalau pun memang terce-mar, lanjut Montong, bakteri
jumlah E Coli di Danau Ton-dano tersebut masih di
ba-wah ambang batas. “Hasil penelitian kami waktu
lalu, bakteri E Coli masih di ba-wah ambang batas.
Dengan demikian tidak terlalu ber-dampak pada
kesehatan masyarakat tidak menye-babkan penyakit
yang bere-siko. Justru bisa mengun-tungkan bagi ikan
yang ada di dalam, akan lebih gemuk,” katanya.
Kendati begitu, pihaknya tetap mengimbau masyara-kat
pesisir danau untuk menjaga kebersihan dan tidak
membuang limbah ru-mah tangga ke Danau Ton-dano.
“Limbah rumah tang-ga harusnya dibuang di septic
tank dan jangan langsung ke danau,” imbuh Montong.
Diketahui, bakteri E Coli memang tidak memicu pen-yakit
berbahaya. Namun jika jumlahnya berlebihan ma-suk ke
tubuh manusia mela-lui makanan atau minuman, bakteri
ini bisa memicu pen-yakit diare. Selain itu,
bak-teri yang biasa digunakan dalam penelitian ini
bisa me-micu infeksi pada saluran kencing.(bly) |
|