CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

 
Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

  

Berita Opini Redaksi dan Pembaca 

15 Maret 2010

Memudarnya Pengamalan Pancasila
sebagai Ideologi Negara(1)

 IKUTI BERITA LAIN

Commentaren:
Jangan Ciderai Demokrasi

Surat pembaca:
Cagub Harus Punya Program Alternatif untuk Sulut

 

Andaikata saya bertanya pada warga PDIP, mengapa Anda masuk anggota PDI (PDIP) mungkin saja Anda menjawab sebab PDIP tanda gambarnya kepala banteng dan moncong putih dalam lingkaran dengan perpaduan warna merah hitam sangat menarik. Ini adalah fakta.
Oleh:Musa Rondo

Andaikata Ketua DPD PDIP (Bapak Freddy Sualang) berta-nya pada warga PDIP, meng-apa Anda masuk menjadi ang-gota PDIP. Mungkin saja Anda memberi jawaban sebab keto-kohan serta komitmen perjua-ngan terhadap partai sangat tinggi dari Bapak Freddy Sua-lang dan sudah sangat teruji. Ini adalah fakta.
Mungkin yang lain akan me-ngatakan karena Bapak Fred-dy Sualang bisa membuat PDIP menjadi partai yang be-sar bahkan sebagai pemersatu dan last but not least sebagai orator ulung, di mana pada se-tiap memberikan pidato politik dalam acara-acara partai sa-ngat menarik dan memukau. Ini adalah fakta.
Andaikata Ibu Megawati Su-karno Putri bertanya pada warga PDIP, mengapa Anda masuk anggota PDIP mungkin saja Anda akan menjawab se-bab dulunya di masa Orde Ba-ru PDI merupakan partai ter-aniaya sekaligus Ibu Megawati Sukarno Putri diteror dari se-gala jurusan dengan berbagai cara oleh kekuasaan yang oto-riter tapi Ibu Megawati Sukar-no Putri memperlihatkan per-lawanan yang gigih dan luar biasa sehingga terjadi reforma-si di bidang politik dan peme-rintahan. PDIP bisa menang Pemilu tahun 1999.
Andaikata teman-teman senior lainnya dari PDIP semisal Pak Janes Parengkuan, Drs Jus Tumurang bertanya pada Anda, mungkin saja Anda akan memberikan jawaban yang berbeda-beda sesuai pe-nafsiran Anda.
Andaikata Ketua DPD Partai Golkar (Bapak Drs Vreeke Runtu) bertanya pada warga Golkar, mengapa Anda masuk partai Golkar, mungkin saja Anda akan menjawab sebab Partai Golkar adalah partai besar walaupun pada masa reformasi mengalami sedikit gangguan, tapi Pak Vreeke Runtu tetap tegar, memiliki kepemimpinan yang kuat dan mengayomi. Ini adalah fakta.
Andaikata Bapak Jusuf Kalla mantan Ketua DPP Golkar, dan Aburizal Bakrie bertanya pada Anda mengapa masuk partai Golkar mungkin saja Anda akan menjawab karena saya tertarik pada lambang pohon beringin dalam segilima dan warna kuning yang mem-pesona.
Tulisan ini hanyalah bentuk bertanya dan menjawab yang dideskripsikan oleh penulis dalam dua kata yakni andai-kata dan fakta. Sengaja hanya dua partai ini yang diulas ka-rena itu yang saya tahu. Ja-waban Anda baik sebagai ang-gota, simpatisan, baik dari PDI Perjuangan maupun dari Par-tai Golkar benar karena sesuai fakta, tapi menurut hemat pe-nulis belum menyentuh masa-lah yang paling substansial, masalah yang paling menda-sar, yaitulah baik PDI Perjua-ngan maupun partai Golkar adalah partai yang berdasar-kan Pancasila. Dengan kata lain, sadar atau tidak sadar se-tiap orang yang masuk men-jadi anggota PDI Perjuangan atau Partai Golkar telah mem-berikan saham politik terbesar atas tegak kokohnya Pancasila sebagai dasar negara.
(bersambung)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin