|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Politik dan Pemerintahan |
15 Mei 2008
|
|
Mamuaja: Awalnya kita pasang karena tahu tak akan maju
Maju di Pilkada, Pemprop Nilai Pontoh-SRM Ingkar Janji
|
Rencana Penjabat Bupati Mitra, Drs Albert Pontoh MM dan kemungkinan Penjabat Walikota Kota Kotamobagu, Drs Siswa Rahmat Mokodongan (SRM), untuk maju di pilkada mendatang, dinilai sebagai sebuah pengingkaran janji. Tak heran bila Pemprop Sulut merasa kecewa dengan sikap keduanya.
Pasalnya, Pemprop Sulut awal-nya sangat percaya bahwa ke-duanya tidak akan menging-kari sumpah dan janji yang su-dah diucapkan. “Kalau memang tahu bahwa pada akhirnya me-reka akan maju, tentu mereka tidak akan kita pasang. Tugas mereka itu adalah memper-siapkan pilkada sampai ada pe-mimpin yang definitif. Jadi ja-batan yang diemban ini bukan sarana bagi mereka untuk men-calonkan diri di pilkada,” papar Sekretaris Daerah Pemprop Sulut, Drs Robby Mamuaja kepada wartawan, Rabu (14/05).
Ia juga mengatakan, sampai sejauh ini, belum ada surat pengunduran diri yang ber-sangkutan, kendati santer ber-edar bahwa keduanya sudah mendaftarkan diri. “Kalau sampai hal ini dilakukan, tentunya hanya akan menam-bah beban kerja saja. Sudah diangkat jadi pejabat tetapi masih tidak puas,” ujar Ma-muaja singkat.
Pada 23 Mei mendatang, je-las Mamuaja, keempat pen-jabat tepat memasuki usia setahun, namun menariknya, surat usulan perpanjangan jabatan yang sudah disam-paikan pemprop, belum ada jawabannya. “Usulan yang kita sampaikan adalah per-panjangan jabatan. Jadi tidak ada upaya untuk memper-siapkan nama-nama lain, untuk menggantikan posisi mereka. Sebab, mereka harus komit dengan aturan yang telah ditetapkan. Di mana mereka tidak diperkenankan maju dalam pilkada,” terangnya.
Untuk memastikannya, lan-jut Mamuaja, pihaknya ting-gal menunggu keputusan dari Depdagri. “Sekali lagi saya katakan, jabatan mereka itu telah diperpanjang. Jadi tidak ada yang akan maju di pil-kada,” dengan nada cukup tinggi.(eda)
|
|