|
Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No.
38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431)
879790 (Marketing)
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita Politik dan Pemerintahan |
10 Maret 2010
|
|
Gubernur
Sarundajang langsung beri apresiasi
Enam Fraksi Setuju Lanjutkan Pembahasan Dana
Pilgub
|
Manado, KOMENTAR
Rapat paripurna pemandangan umum fraksi-fraksi di
ruang sidang Gedung DPRD Propinsi Sulut, Selasa
(09/03) kemarin, berlangsung lancar tanpa hambatan.
Pasal-nya, enam fraksi yang menyampaikan pemandangan
umum terhadap Pergeseran/Penyesuaian Anggaran Pilgub
Tahun 2010, sepakat untuk melanjutkan pembahasan ke
tahapan selanjutnya.
Kendati begitu, se-bagian besar fraksi tetap kritis
menyi-kapi pergeseran/pe-nyesuaian anggaran senilai
Rp 114 miliar tersebut. Seperti hal-nya F-PG dan
F-PDIP serta F-Barindra. Hanya saja, kritikan F-PDIP
sempat men-jadi perhatian khusus Guber-nur Sulut,
Drs Sinyo Harry Sa-rundajang. Sebab ada sekitar 23
poin penting yang disam-paikan F-PDIP dalam
peman-dangan umumnya.
Poin penting yang disampai-kan F-PDIP antara lain
soal jumlah dana pilgub yang terlalu besar. Padahal
Permendagri 57 Tahun 2009 telah jelas menye-but
bahwa pengalokasian dana pilkada harus disesuaikan
dengan kemampuan keuangan daerah dengan
memperhatikan inflasi. Sementara, tingkat in-flasi
Sulut selang 2005 hingga 2010, tidak mengalami
ke-naikan cukup signifikan.
Sehingga F-PDIP berkesim-pulan, dana pilgub cukup Rp
30 miliar saja. Sedangkan sisa dana sebesar Rp 60
miliar, di-sarankan sebaiknya dialihkan ke sektor
publik. Namun F-PDIP berharap dana pilgub ini bisa
sece-patnya dibahas lebih lanjut agar pilgub bi-sa
tepat waktu. Ha-rapan lain, pilgub su-dah dapat
dimulai KPU Propinsi Sulut karena sudah ada dana Rp
30 miliar dalam APBD Tahun 2010.
Sedangkan poin penting yang disampaikan F-PG adalah
per-mintaan agar pembahasan dana pilgub di tingkat
lanjut, dapat menghadirkan BPK-RI. Dengan harapan,
pembahasan ini tidak bermasalah dengan hukum. Hal
lain yang disorot adalah penggunaan Dana Insentif
Daerah (DID) bidang pendidikan sebesar Rp 32 miliar.
Sebab hanya Rp 17 mi-liar saja DID yang ke Dinas
Dik-nas. Padahal dana hanya di-khususkan untuk
pendidikan.
Sementara itu, Gubernur Sa-rundajang dalam
sambutannya langsung menyampaikan apre-siasi kepada
seluruh fraksi di DPRD Propinsi Sulut yang telah
menyetujui pembahasan dana pilgub ke tahap lebih
lanjut. “Kritikan itu wajar. Apalagi F-PDIP yang
betul-betul kritis. Dan semua kritikan fraksi saya
berikan apresiasi dan peng-hargaan
setinggi-tingginya. Ini merupakan langkah maju,”
puji Sarundajang.
Sedangkan soal permintaan F-PG agar pembahasan dapat
menghadirkan BPK-RI, Gu-bernur Sarundajang turut
memberi dukungan. “Saya se-tuju dan mendukung ini.
Tapi tergantung BPK itu sendiri. Apakah itu masuk
mekanisme yang diatur dalam lembaga mereka atau
tidak, kita belum tahu. Yang jelas, kita akan adakan
pendekatan supaya ini bisa terealisasi,” ujarnya.
Sementara soal DID, kata dia, tidak ada masalah.
Sebab se-luruh dana sebesar Rp 32 mi-liar itu
digunakan untuk sektor pendidikan. “Memang di Dinas
Diknas hanya Rp 17 miliar saja. Tapi sisanya juga
untuk pendidikan. Yakni untuk ban-tuan sosial
pendidikan berupa beasiswa sebesar Rp 5 miliar dan
hibah pendidikan ke Per-guruan Tinggi sebesar 10
mi-liar,” jelasnya.
Usainya, rapat kemudian ditutup Ketua DPRD Propinsi
Sulut, PDt Meiva Salindeho-Lintang STh, sembari
mene-tapkan bahwa pembahasan di tingkat badan
anggaran akan berlangsung Rabu (10/03) hari
ini.(dav)
|
|