|
|
Alamat:
Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38,
Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431)
879790 (Marketing)
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Minahasa Utara
|
13 Maret 2010
|
|
Penyejuk Iman “Harga
Manusia di Mata Tuhan” |
Suatu ketika saat seorang pendeta sedang mengajar
anak-anak kecil, ada seorang anak kecil bertanya
kepada Pendeta, “Pendeta, sedemikian berharganya kah
kita sehingga Tuhan Yesus mau berkorban demi kita?”
Pendeta itu heran namun akhirnya tersenyum dengan
perta-nyaan jujur dari anak tersebut. Anak itu benar,
seberharga apakah kita manusia, sehingga Tuhan Yesus
mau datang ke bumi, menderita dan wafat di salib
demi kita semua?
Pendeta itu lalu mengeluarkan selembar uang kertas
lalu mem-perlihatkannya di depan anak-anak tersebut.
Pendeta itu bertanya, “Siapakah di antara kalian
yang menginginkan uang ini?”
Spontan semua anak mengangkat tangannya sambil
berteriak, “Saya! Saya!”
Tentu saja, siapa yang tidak mau diberikan uang?
Berapa ba-nyak benda dan barang yang bisa dibeli
dengan uang?
Pendeta itu lalu meremas uang itu keras-keras, lalu
kembali memperlihatkan uang itu pada anak-anak.
“Siapakah di antara kalian yang masih menginginkan
uang ini?” tanya pendeta itu kembali.
“Saya! Saya!” kata anak-anak itu, biar pun
penampilannya jelek, uang kan tetap uang. Dirapikan
sedikit nanti bagus lagi kok.
Uang itu tidak diberikan kepada siapa pun,
sebaliknya, uang itu dilemparkan ke tanah,
diinjak-injak hingga bercampur dengan debu dan tanah.
uang itu sekarang benar-benar kusam dan kotor.
Sekali lagi pendeta itu mengangkat uang itu dan
bertanya, “Siapakah di antara kalian yang masih
menginginkan uang yang kumel ini?”
Pendirian anak-anak itu tidak berubah, biar pun
jelek, kotor, toh itu tetaplah uang
“Demikianlah nilai kita di mata Tuhan. Sejelek
apapun, sebodoh apapun, sekotor apapun, semiskin
apapun, betapapun berdosanya kita, Tuhan tidak
menganggap kita berbeda. Nilai kita di mata Tuhan
begitu besar, bahkan dosa-dosa kita sekalipun tidak
menutupi nilai kita di mata Tuhan.
Tuhan berusaha agar kita tidak hancur, agar kita
tidak lenyap. Karena itu Ia mengutus anak-Nya, Yesus
Kristus, untuk menye-lamatkan kita dari dosa dan
kehancuran. Karena itu percayalah, sehina apapun
kita didunia ini, tangan Tuhan tetap terbuka.(***)
|
|