|
|
Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No.
38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795
(Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Politik dan Pemerintahan
|
07 September 2010
|
|
Misi Golden Triangle
Mulai Kabur
|
Manado, KOMENTAR
Komitmen Pemprop Sulut untuk mewu-judkan golden
triangle atau segitiga emas dalam mekanisme
penempatan pejabat, di-kabarkan mulai kabur. Ini
menyusul ber-edarnya rumor bahwa ada tiga figur
birokrat yang dielus untuk menempati jabatan
stra-tegis sebagai Sekprop Sulut menyusul
pen-siunnya Drs Robby Mamuaja yang akan ber-akhir
pada tah-un 2011 men-datang.
Dari pan-tauan Komen-tar Biro Pem-prop Sulut,
bi-rokrat andal yang akan di-usulkan ke Ke-menterian
Da-lam Negeri (Kemdagri) untuk mengikuti Fit and
Proper Test (FPT), telah disiapkan tiga nama. Dengan
demikian bukan hanya Ir Rahmat Mokodongan yang saat
ini dipercayakan sebagai Plt Sekprop. Melainkan ada
pejabat lainnya yang juga memiliki peluang yang
sama, antara lain Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ir
Alex Wowor MSi serta Drs Ferdinand Novi Mewengkang
MM. “Kedua pejabat tersebut merupakan birokrat
senior, yang juga layak diperhitungkan,” ungkap
sumber yang dapat dipercaya kepada wartawan, (06/09)
kemarin.
Masih kata sumber, dengan melihat per-kembangan
tersebut, maka dapat dipastikan bahwa golden
triangle yang gencar disebut-sebut belakangan ini,
bakal sulit terealisasi. “Memang sebelumnya, muncul
komitmen yang lebih mengarah pada unsur politis.
Arti-nya, kalau gubernurnya dari Minahasa, wakil
gubernurnya dari Nusa Utara, maka posisi sekretaris
pro-pinsi akan dise-rahkan pada put-ra daerah asal
Bolang Mongon-douw. Hal ini sah-sah saja
diberla-kukan. Tetapi tentunya mesti melalui FPT dan
bisa saja hasil-nya berubah,” ungkap sumber sembari
me-nambahkan bahwa semuanya akan di-tentukan oleh
waktu.
“Kita lihat saja nanti seiring berjalannya waktu,”
ujarnya. Sebelumnya, Mokodongan dalam berbagai
kesempatan acapkali me-negaskan kepada jajarannya
bahwa golden triangle akan selalu dikedepankan.
Sebab, hal tersebut telah ditegaskan sejak jauh-jauh
hari. “Ibarat batu dodika, demikian juga penempatan
pejabat di lingkungan Pemprop Sulut,”
tandasnya.(eda)
|
|